Buku ini menyoroti proses internal kebudayaan pascastruktural dan wacana di seputarnya, yang ditandai dengan narasi tak berujung namun menimbulkan kegelisahan akibat mengecilnya peluang teori umum. Kondisi ini memicu kerancuan dan pereduksian makna kebudayaan, menjadikannya bias nilai karena pertarungan berbagai kepentingan. Sebagai respons, buku ini menawarkan refilosofi kebudayaan untuk mengeā¦