Menentukan bentuk hubungan yang pas antara normativitas dan historisitas adalah merupakan separoh jalan untuk mengurangi ketegangan hubungan antar kedua corak pendekatan studi agama tersebut. Ketegangan yang tajam bisa terjadi jika masing-masing pendekatan saling menegasikan eksistensi dan menghilangkan nilai manfaat yang melekat pada tradisi keilmuan yang dimiliki oleh satu sama lain.