Buku ini menyoroti tren penggunaan hermeneutika—seperti teori Double Movement Fazlur Rahman dan Nazariyyah al-Hudud Muhammad Syahrur—sebagai alternatif tafsir Al-Qur'an oleh kalangan Islam liberal. Penulis mengkritik pendekatan ini sebagai infiltrasi pemikiran Barat yang berisiko mengubah ketetapan hukum Islam. Fokus utamanya adalah analisis kritis terhadap dampak teori-teori tersebut terha…